BLITAR – Ribuan relawan dan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai wilayah Blitar Raya menggelar aksi damai di Alun-alun Kota Blitar, Sabtu (27/6). Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak hanya meningkatkan gizi anak, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat.

Para peserta aksi membawa spanduk dukungan dan mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib. Mereka juga menandatangani kain mori sebagai simbol komitmen bersama untuk mendukung program strategis nasional tersebut.


Koordinator aksi, Tan Ngi Hing, mengatakan Program MBG merupakan salah satu upaya menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, program tersebut juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan sektor usaha lokal.

"Program ini bukan hanya tentang makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga memberi peluang kerja bagi relawan serta meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan pelaku usaha pangan," ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan meski memiliki pandangan yang berbeda terhadap kebijakan pemerintah. Menurutnya, kritik dan masukan tetap penting selama disampaikan secara santun.

Perwakilan mitra SPPG, Demy Alam, menambahkan bahwa aksi damai tersebut sekaligus menjadi wadah mempererat komunikasi antarrelawan dan mitra SPPG di Blitar Raya. Ia menilai evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG merupakan hal yang wajar demi penyempurnaan program.

"Kami menghormati kritik dari berbagai pihak. Evaluasi justru menjadi masukan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin baik dan manfaatnya semakin luas," katanya.

Sementara itu, perwakilan Aliansi Relawan SPPG Merah Putih Jawa Timur, Bambang, mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 160 dapur SPPG yang beroperasi di Blitar Raya. Keberadaan dapur tersebut telah melibatkan sekitar 7.000 relawan serta belasan pemasok bahan pangan di setiap dapur, mulai dari petani, peternak, nelayan hingga pelaku usaha lokal.

Menurutnya, satu dapur mampu melayani sekitar 2.000 penerima manfaat setiap hari sehingga kebutuhan beras, sayur, telur, dan hasil pertanian lainnya terus terserap. Kondisi itu dinilai memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pemenuhan gizi bagi ratusan ribu penerima manfaat di Blitar Raya. (KV)