Tulungagung-Trenggalek Penyumbang Terbesar Lulusan SMK Berkualitas untuk Kerja ke Luar Negeri

 
TULUNGAGUNG, Fosmad.id – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memajukan pendidikan vokasi kembali dibuktikan. Ribuan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai sekolah negeri dan swasta resmi dilepas untuk menjalani magang dan bekerja di sejumlah negara maju di dunia.
 
Momen bersejarah pelepasan para lulusan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Langkah besar ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan kejuruan di Jawa Timur kini tidak hanya siap bersaing di pasar lokal, tetapi juga mampu berbicara dan berkarier di kancah internasional.
 
Salah satu sorotan utama dalam program masif ini adalah dominasi peserta dari wilayah Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Tulungagung-Trenggalek. Wilayah ini tercatat sebagai daerah penyumbang peserta terbanyak dibandingkan wilayah lain dalam program penempatan kerja global tersebut.
 
Prestasi luar biasa ini disambut bangga oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Tulungagung-Trenggalek, Dian Pemilu Sari. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak di lingkungan pendidikan yang telah mampu melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah daerah maupun provinsi.
 
"Keberhasilan memberangkatkan ribuan lulusan ke negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Jerman adalah bukti sahih bahwa kualitas kompetensi siswa di daerah sudah berada di level internasional," ujar Dian, Sabtu lalu.
 
Menurut Dian, capaian ini adalah hasil konsistensi penerapan prinsip Link and Match. Prinsip tersebut tidak hanya diterapkan sebatas memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri, namun telah melompat jauh hingga mampu menembus standar industri global yang sangat ketat.
 
"Fakta bahwa Tulungagung dan Trenggalek menjadi penyumbang peserta terbesar membuktikan bahwa mental, keterampilan teknis, dan etos kerja anak-anak kita telah diakui oleh dunia industri internasional," tegasnya dengan nada optimis.
 
Lebih jauh Dian menjelaskan, keunggulan lulusan SMK di wilayahnya tidak hanya mengandalkan tenaga atau keahlian teknis konvensional semata. Para siswa dibekali kemampuan adaptasi teknologi tinggi, termasuk penguasaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta kemampuan bahasa asing yang digarap secara intensif bersama lembaga pelatihan mitra.
 
Ke depannya, jajaran Cabdindik bertekad menjadikan momentum ini sebagai patokan standar baru. Pengawasan ketat akan dilakukan terhadap kelengkapan dan kualitas laboratorium praktik di sekolah, serta penguatan kurikulum bahasa asing sejak jenjang awal pendidikan.
 
"Kita ingin memastikan bahwa lulusan SMK dari Tulungagung dan Trenggalek begitu lulus langsung mengantongi 'paspor kompetensi' yang dicari oleh industri dunia. Ini bukti nyata lulusan vokasi daerah mampu memimpin dan menjadi penggerak ekonomi di era modern," pungkas Dian. (Dwi)

Posting Komentar

0 Komentar