BLITAR – Ribuan massa yang tergabung dalam Solidaritas Bakti Makan Bergizi Gratis (Sobat MBG) menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Blitar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Kamis (18/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta meminta pemerintah tetap menjalankan program yang dinilai memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Aksi yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB itu diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari relawan MBG, petani, nelayan, peternak, pedagang pemasok bahan pangan, hingga warga yang mengaku merasakan dampak ekonomi dari program strategis nasional tersebut
Koordinator aksi, Jaka Prasetya, mengatakan gerakan tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik sebagai penerima langsung, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui keterlibatan sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan tenaga kerja lokal dalam rantai pasok program.
"Program ini sangat baik karena manfaatnya tidak hanya dirasakan anak-anak sekolah. Petani, nelayan, peternak hingga kaum buruh juga mendapatkan dampak ekonomi dari pelaksanaannya. Karena itu kami hadir untuk menyuarakan agar program ini tetap dilanjutkan," ujar Jaka dalam orasinya.
Ia menjelaskan, di Kabupaten Blitar terdapat sekitar 211 ribu pelajar yang menjadi sasaran penerima manfaat MBG. Menurutnya, program tersebut tidak dapat dipandang sekadar sebagai pembagian makanan, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Jaka menegaskan bahwa seluruh menu yang disalurkan kepada siswa telah melalui perhitungan dan pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional, mulai dari kebutuhan kalori, karbohidrat, hingga protein yang dibutuhkan anak-anak dalam masa pertumbuhan.
"Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesehatan dan kualitas generasi muda. Dampaknya memang tidak bisa dilihat secara instan, tetapi ini merupakan proses jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Jaka juga menanggapi berbagai kritik terhadap pelaksanaan MBG. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, evaluasi yang dilakukan seharusnya diarahkan untuk memperbaiki tata kelola program, bukan menghentikan pelaksanaannya.
"Kalau ada permasalahan, yang diperbaiki adalah sistemnya. Evaluasi dan penegakan hukum merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan program berjalan lebih baik dan tepat sasaran," ujarnya.
Sementara itu, Ketua LSM Laskar, Swantianto Hani Irawan atau yang akrab disapa Tiyok, menilai keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak strategis terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, kelancaran pelaksanaan program nasional, termasuk MBG, dapat memberikan efek positif terhadap stabilitas ekonomi lokal dan mendukung berbagai program pembangunan yang sedang berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.
"Keberlangsungan program strategis nasional sangat penting. Jika program-program tersebut berjalan baik, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan penerima langsung, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas," kata Tiyok.
Dalam aksi damai tersebut, Sobat MBG menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah, yakni:
- Melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
- Menjadikan MBG sebagai katalisator kemandirian petani dan peternak.
- Memperkuat kemandirian pangan dan menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.
- Mendukung terwujudnya Generasi Indonesia Emas 2045.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Massa berharap pemerintah tetap konsisten melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis disertai evaluasi dan pengawasan berkelanjutan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
(KV)
0 Komentar