BLITAR – Ketua Umum Megawati Soekarnoputri meresmikan renovasi Istana Gebang sekaligus menyerahkan bibit pohon secara simbolis kepada pengurus PDI Perjuangan tingkat provinsi serta kabupaten/kota se-Jawa Timur, dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Kota Blitar, Senin (15/6).
Penyerahan bibit pohon tersebut menjadi simbol ajakan kepada kader partai dan masyarakat untuk memperkuat gerakan penghijauan sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, mengatakan pesan yang disampaikan Megawati tidak hanya berkaitan dengan kehidupan politik, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber pangan masyarakat.
“Di dalam berpartai itu tidak hanya urusan kekuasaan, tetapi bagaimana kita menjaga kelestarian alam. Banyak tanaman yang sebenarnya sangat berguna bagi masyarakat, termasuk tanaman alternatif pengganti beras,” ujarnya usai kegiatan.
Bibit yang diserahkan secara simbolis antara lain pohon sukun, alpukat, dan pule. Ketiga jenis tanaman tersebut diharapkan menjadi pemantik gerakan menanam di tengah masyarakat, khususnya tanaman produktif yang memiliki manfaat ekonomi dan ketahanan pangan jangka panjang.
Menurut Guntur, tanaman sukun memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif yang dapat membantu masyarakat ketika terjadi gangguan terhadap ketersediaan bahan pangan pokok.
“Harapannya ini tidak berhenti pada simbolis saja. Mari kita tanam sukun, alpukat, dan tanaman lain yang bisa menjadi alternatif kebutuhan pangan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa gerakan menanam tanaman produktif merupakan bagian dari program yang digaungkan secara nasional oleh DPP PDI Perjuangan dan disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing. Di sejumlah daerah, tanaman lokal seperti sagu, jagung, dan berbagai jenis umbi-umbian juga didorong sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.
Selain penghijauan, pihaknya juga berencana menjalankan program pelestarian lingkungan lainnya, seperti penebaran benih ikan di kolam, embung, dan sungai sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem.
“Ini bukan sekadar menjalankan instruksi partai, tetapi menjadi kebutuhan masyarakat. Kita ingin hadir dan berbuat sesuatu yang nyata untuk kepentingan masyarakat banyak,” tegasnya.
Peresmian renovasi Istana Gebang berlangsung khidmat dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan nasional PDI Perjuangan yang dipusatkan di Kota Blitar, daerah yang memiliki keterkaitan historis kuat dengan Proklamator RI, Soekarno.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPP, DPD, dan DPC PDI Perjuangan dari berbagai daerah, kepala daerah di wilayah Blitar Raya, serta ribuan kader dan masyarakat.
Istana Gebang yang telah selesai direnovasi kini tampil lebih representatif sebagai situs sejarah sekaligus pusat edukasi kebangsaan. Bangunan bersejarah tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat perjalanan hidup dan perjuangan Bung Karno sebagai Proklamator dan Bapak Bangsa.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengapresiasi seluruh kader dan pihak yang terlibat dalam proses renovasi hingga suksesnya pelaksanaan kegiatan.
“Kami sangat mengapresiasi kawan-kawan DPC PDI Perjuangan Kota Blitar dan Kabupaten Blitar yang telah bergotong royong menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan ini. Semua berjalan lancar atas doa dan dukungan banyak pihak,” ujarnya.
Menurut Deni, keberhasilan renovasi tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen partai yang menjunjung tinggi semangat gotong royong sebagaimana nilai-nilai perjuangan Bung Karno.
“Ketika Ibu Ketua Umum masuk ke rumah dan melihat seluruh proses renovasi dengan senyum di bibirnya, itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” pungkasnya. /KV
0 Komentar