Hadiri Bersih Desa Jatimulyo, Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Rawat Tradisi dan Kebersamaan

​TULUNGAGUNG, Fosmad.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menghadiri pagelaran wayang kulit dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia (HUT RI) sekaligus tradisi Bersih Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (5/9/2026) malam.

​Kegiatan kebudayaan yang berlangsung di Balai Desa Jatimulyo ini turut dihadiri Ketua DPRD Tulungagung, jajaran Forkopimca Kauman, Kepala Desa Jatimulyo beserta perangkat, para kepala desa se-Kecamatan Kauman, serta tokoh masyarakat setempat.
​Malam puncak acara diisi pertunjukan wayang kulit membawakan lakon Wahyu Katentreman oleh dalang Ki Minto Darsono dan Ki Thathit Wibat Sudarsono.

​Dalam arahannya, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengapresiasi konsistensi pemerintah desa dan warga Jatimulyo yang terus melestarikan warisan budaya luhur bangsa.
​Ia menegaskan bahwa tradisi bersih desa memiliki makna spiritual dan sosial mendalam, bukan sekadar sarana hiburan rakyat semata.

​"Tradisi bersih desa ini merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta gotong royong antarwarga," ujar Ahmad Baharudin. 

​Ia berharap pagelaran seni tradisional ini mampu menjaga ketenteraman serta memacu kesejahteraan masyarakat Desa Jatimulyo dan sekitarnya.

​"Semoga melalui lakon Wahyu Katentreman, wilayah ini selalu diberikan kedamaian, ketahanan pangan, dan perekonomian yang makin sejahtera," tambahnya. 

​Sementara itu, Kepala Desa Jatimulyo, Sugiyono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Plt Bupati beserta jajaran jajaran pimpinan daerah di tengah warga.

​"Kehadiran Bapak Plt Bupati, Ketua DPRD, Forkopimca, dan jajaran kepala desa menjadi penyemangat bagi kami untuk terus membangun Desa Jatimulyo agar lebih maju dan harmonis," kata Sugiyono. 

​Suasana makin semarak dengan pertunjukan Campursari New Sekar Gadhung, bintang tamu Percil CS, serta sinden cilik Kimora, yang diakhiri prosesi sakral ngruwat desa demi keselamatan warga. (Gw)

Posting Komentar

0 Komentar