Tulungagung, Kegiatan Halal bi Halal yang diselenggarakan oleh Asosiasi Handicraft Jawa Timur berlangsung penuh kehangatan dan semangat kebersamaan. Mengangkat tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kolaborasi Mewujudkan Handicraft Jawa Timur yang Mendunia”, acara ini menjadi wadah penting dalam mempererat hubungan antar pelaku kerajinan di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Ketua Korwil Tulungagung Sri Ida Wahyuningsih, S.Pd, menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai fondasi utama dalam membangun kekuatan bersama. Ia menyampaikan bahwa Halal bi Halal bukan sekadar tradisi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat jaringan dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya saling memaafkan, tetapi juga menyatukan visi untuk membawa handicraft Jawa Timur, khususnya dari Tulungagung, agar semakin dikenal hingga ke mancanegara,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa para pengrajin harus terus berinovasi, baik dari segi desain, kualitas, maupun pemasaran. Menurutnya, tantangan global menuntut pelaku UMKM untuk lebih adaptif, termasuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi dan penjualan.
Lebih lanjut, Sri Ida Wahyuningsih mengajak seluruh anggota untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah daerah, komunitas, maupun pelaku usaha lainnya. “Dengan kebersamaan dan sinergi, kita bisa menciptakan produk-produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi dan mampu menembus pasar internasional,” tambahnya.
Acara ini juga diisi dengan diskusi interaktif, berbagi pengalaman antar pengrajin, serta pemetaan peluang pasar yang potensial. Antusiasme peserta menunjukkan optimisme besar terhadap masa depan industri handicraft di Jawa Timur.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam Halal bi Halal ini, AHJ Korwil Tulungagung berharap dapat melahirkan langkah nyata dalam mewujudkan handicraft Jawa Timur yang tidak hanya berjaya di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing dan diakui di tingkat global. ( SONYA).
0 Komentar