BPBD Tulungagung Sosialisasi Tanggap Bencana Longsor di Desa Penjor, Pemdes Bagikan 200 Benih Kakao


TULUNGAGUNG, Fosmad.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung menggelar sosialisasi tanggap bencana tanah longsor di Balai Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, kegiatan yang merupakan realisasi Dana Desa (DD) Tahun 2026 ini dihadiri perwakilan BPBD, Kepala Desa beserta perangkat serta Ketua RT se-Desa Penjor, Senin (13/7/2026).

Acara difokuskan pada edukasi mitigasi bencana bagi warga yang tinggal di kawasan rawan longsor. Kehadiran para Ketua RT menjadi strategis karena mereka merupakan garda terdepan dalam menginformasikan tanda-tanda bahaya kepada masyarakat di tingkat paling bawah.
Kepala BPBD Tulungagung, Sudarmaji melalui Pelaksana Teknis Saad Abdurahman menjelaskan, bahwa materi sosialisasi disesuaikan dengan karakteristik geografis Desa Penjor yang memiliki kemiringan lahan curam. Ia menekankan pentingnya peran RT sebagai sistem peringatan dini alami di tengah masyarakat.

"Sosialisasi tanggap bencana longsor ini kami prioritaskan karena Desa Penjor berada di kawasan rawan, sehingga warga harus mampu mengenali tanda-tanda alam sebelum bencana terjadi demi keselamatan bersama," ujar Abdurahman saat memberikan materi.

Sebagai pendamping program mitigasi, Pemerintah Desa Penjor menyerahkan bantuan benih kakao unggul kepada para Ketua RT sebagai bentuk dukungan ketahanan ekonomi dan konservasi lahan. Total sebanyak 200 benih dibagikan dengan alokasi 10 benih untuk setiap RT dari total 20 RT yang ada di Desa Penjor.

Pelaksana Teknis BPBD menambahkan bahwa sinergi antara edukasi kebencanaan dan pemberdayaan pertanian merupakan langkah tepat untuk membangun desa tangguh. Tanaman kakao diharapkan dapat berfungsi biologis menahan laju air hujan sekaligus mengikat struktur tanah agar lebih stabil terhadap erosi.

"Kolaborasi antara sosialisasi bencana dan pembagian benih kakao dari Pemdes menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga keselamatan jiwa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan," jelasnya.

Kepala Desa Penjor, Tarno menyatakan bahwa penyediaan benih kakao merupakan inisiatif desa untuk mendukung program konservasi lahan berbasis ekonomi. Ia memastikan setiap RT akan mendata penerima manfaat secara transparan agar bantuan tepat sasaran dan bermanfaat jangka panjang.

"Kehadiran BPBD membawa ilmu penyelamatan jiwa dari ancaman longsor, sementara benih kakao dari Pemdes menjadi harapan ekonomi baru dan upaya pencegahan bencana secara alami," kata Tarno.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif mengenai jalur evakuasi dan titik kumpul aman di masi ng-masing dusun. BPBD berencana menjadikan Desa Penjor sebagai model desa tangguh bencana yang mengintegrasikan aspek keselamatan dan ketahanan pangan secara berkelanjutan. (Gw)

Posting Komentar

0 Komentar