Tulungagung Surplus Beras, Penopang Pangan Nasional

TULUNGAGUNG, Fosmad.id – Panen raya di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, menegaskan posisi Tulungagung sebagai lumbung pangan andalan. Plt. Bupati Ahmad Baharudin menyatakan kelebihan produksi signifikan, cukup untuk kebutuhan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan Jawa Timur hingga nasional.
 
Pada 2025, produksi gabah kering panen mencapai 319.969 ton, setara 185.582 ton beras. Dengan konsumsi 90.944 ton, surplus tercatat mencapai 94.638 ton, bukti nyata kontribusi daerah bagi ketersediaan pangan luas.
 
“Angka ini penegas peran Tulungagung menjaga stabilitas pasokan pangan,” ujar Baharudin di hadapan petani, Forkopimda, dan Komisi VI DPR RI, Senin (27/4/2026).
 
Hingga Maret 2026, luas panen mencapai 11.743 hektare dengan produksi 82.083 ton gabah. Hasil itu menyisakan surplus sementara 24.770 ton, menegaskan keberlanjutan capaian positif tersebut.
 
Keberhasilan ini, kata Baharudin, lahir dari sinergi kerja keras petani, pendampingan penyuluh, serta dukungan pemerintah pusat dan swasta. Kolaborasi lintas sektor diperlukan guna mengoptimalkan target tanam dan distribusi hasil panen.
 
“Momentum ini jadi dasar transformasi pertanian maju dan mandiri. Fokus kami bukan hanya produksi, tapi utama kesejahteraan petani,” tegasnya.
 
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Suyanto, menegaskan di kantornya, Senin (18/5/2026), bahwa surplus bukan sekadar angka, melainkan jaminan pasokan yang dipantau dan dikelola ketat.
 
“Kami jaga keseimbangan produksi, konsumsi, dan cadangan. Surplus ini modal menahan inflasi serta menjamin pasokan ke daerah lain yang membutuhkan,” ungkap Suyanto.
 
Kegiatan ditutup dialog terbuka petani dan anggota DPR. Berbagai kendala teknis hingga penyerapan hasil oleh Bulog dibahas guna solusi nyata, menjaga stabilitas harga, dan memperkokoh peran Tulungagung sebagai penyangga pangan nasional. (Dwi)

Posting Komentar

0 Komentar