Tulungagung, Fosmad.id – Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung bersama pemangku kepentingan (stakeholder) terkait menggelar survei lokasi akhir untuk Pembangunan Kampung Nelayan Modern / Maju (KNMP) di Desa Besole, Kecamatan Besuki, pada tanggal 6 Agustus 2026.
Survei ini ditujukan untuk memvalidasi kesiapan lapangan sebelum pengerjaan fisik dimulai. Langkah ini krusial guna memastikan seluruh perencanaan teknis selaras dengan kondisi geografis wilayah pesisir Besole.
Selain mengecek batas wilayah dan kontur lahan, tim gabungan juga meninjau berbagai aspek pendukung. Kelayakan infrastruktur hingga aksesibilitas energi dan air bersih menjadi fokus pemeriksaan utama.
Kepala Dinas Perikanan Tulungagung, Robinson Parsaoran Nadeak, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor ini merupakan fondasi utama keberhasilan proyek. Pendekatan presisi sangat dibutuhkan agar fasilitas yang dibangun berdaya guna maksimal.
"Survei akhir ini kami lakukan untuk memastikan titik lokasi benar-benar siap dan tidak menyisakan kendala teknis saat pembangunan berjalan. Kita ingin melangkah dengan data lapangan yang presisi," ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung.
Pendekatan lapangan ini juga melibatkan tokoh masyarakat setempat secara langsung. Aspirasi warga nelayan diserap guna menyesuaikan tata ruang kawasan kawasan dengan kebutuhan aktivitas harian mereka.
Melalui integrasi data teknis dan masukan sosial tersebut, tata letak fasilitas KNMP dirancang agar ramah terhadap efisiensi operasional nelayan lokal.
Robinson menambahkan, bahwa program ini dihajatkan untuk mendongkrak kesejahteraan dan modernisasi ekosistem perikanan di wilayah selatan Tulungagung secara berkelanjutan.
"Harapan kami, KNMP ini tidak sekadar menjadi pembangunan fisik, tetapi mampu mendorong transformasi ekonomi nelayan Besole agar lebih modern, produktif, dan mandiri," pungkasnya. (Gw)
0 Komentar