Resmi Diluncurkan, SIMPATUH BOSP Perkuat Monitoring dan Akuntabilitas Dana Sekolah di Tulungagung

TULUNGAGUNG, Fosmad.id – Pemkab Tulungagung resmi meluncurkan aplikasi Sistem Monitoring dan Pendampingan Berbasis Kepatuhan (SIMPATUH) BOSP untuk memperkuat tata kelola dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan, Kamis (10/9/2026).

​Peluncuran instrumen digital yang berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso ini dipimpin langsung oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin.

​Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen daerah dalam meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, dan transparansi anggaran pendidikan dari tingkat perencanaan hingga pelaporan.

​Dinas Pendidikan mencatat kehadiran SIMPATUH BOSP berfokus pada pencegahan pelanggaran administratif serta peningkatan kepatuhan sekolah terhadap regulasi yang berlaku.

​Plt Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Fajar Widariyanto, menegaskan bahwa aplikasi ini dirancang untuk mendampingi sekolah agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran.

​"Peluncuran sistem baru ini merupakan langkah nyata kami dalam membenahi manajemen dana sekolah, sekaligus memberi pengawalan penuh agar tiap rupiah yang dikucurkan benar-benar mendongkrak kualitas pembelajaran," ujar Fajar.

​Fajar juga menambahkan, integrasi sistem ini diharapkan mampu mengikis temuan pemeriksaan tahunan yang kerap berulang di tingkat satuan pendidikan.

​"Kami optimistis SIMPATUH BOSP dapat diimplementasikan secara maksimal, sehingga berbagai kelalaian administrasi maupun catatan evaluasi tahunan tidak lagi terulang di masa mendatang," tegasnya.

​Di sisi lain, jajaran pemerintah daerah menekankan pentingnya akurasi penyusunan anggaran sekolah yang disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

​Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengimbau seluruh pihak sekolah untuk menghentikan praktik penyusunan program kerja yang sekadar merujuk pada dokumen lama.

​"Penyusunan anggaran wajib berpatokan pada kebutuhan nyata di lapangan, bukan sekadar meniru program lama. Pelibatan komite, bendahara, hingga kepala sekolah secara aktif menjadi kunci agar transparansi tetap terjaga," ujar Baharudin.

​Agenda peluncuran ini diakhiri dengan instruksi pembentukan tim audit internal di setiap lembaga sekolah guna menyelaraskan pengawasan bersama Inspektorat Daerah. (Gw)

Posting Komentar

0 Komentar